Rabu, 02 Juli 2014

Semua Ada Waktunya

Salah seorang dosen pernah bercerita tentang pengalamannya membeli buah mangga. Cerita yang sederhana, namun memiliki makna yang cukup filosofis. Beliau bercerita bahwa beliau suka membeli buah mangga di salah satu toko di Bandung. Mangga yang biasa dibelinya tergolong mahal, namun rasanya tidak diragukan lagi.  Beliau juga bercerita bahwa dirinya pernah membeli mangga dari Australia yang ternyata rasanya berada di bawah mangga yang pertama. Beliau juga pernah membeli mangga yang tidak matang dipohonya, melainkan dibiarkan saja, dan rasanya pun berbeda.

lalu apa maksud cerita di atas?

Beliau menjelaskan dengan sederhana bahwa, “Sesuatu yang ditanam pada musimnya akan menghasilkan hasil yang terbaik.”
Cerita di atas mengingatkan kita akan pentingnya fase-fase dalam hidup. Fase sekolah sampai kuliah bisa disebut sebagai fase menanam, fase untuk mepelajari berbagai macam ilmu pengetahuan, fase unruk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Lalu  di masa yang akan datang, ketika musim panen tiba, kita akan memanen apa yang telah kita tanam sebelumnya.


Seperti itulah kehidupan, ada fase-fase tertentu yang harus kita isi sesuai porsinya.
Menanam pada musimnya, Berbuah pada musimnya, matang pada musimnya, panen pada musimnya, dan kamu akan mendapatkan yang terbaik.

0 komentar:

Posting Komentar