Salah seorang dosen pernah bercerita tentang pengalamannya membeli buah mangga. Cerita yang sederhana, namun memiliki
makna yang cukup filosofis. Beliau bercerita bahwa beliau suka membeli buah
mangga di salah satu toko di Bandung.
Mangga yang biasa dibelinya tergolong mahal, namun rasanya tidak diragukan
lagi. Beliau juga bercerita bahwa
dirinya pernah membeli mangga dari Australia yang ternyata rasanya berada di
bawah mangga yang pertama. Beliau juga pernah membeli mangga yang tidak matang
dipohonya, melainkan dibiarkan saja, dan rasanya pun berbeda.
lalu apa maksud cerita di atas?
lalu apa maksud cerita di atas?
Beliau
menjelaskan dengan sederhana bahwa, “Sesuatu yang ditanam pada musimnya akan
menghasilkan hasil yang terbaik.”
Cerita di atas
mengingatkan kita akan pentingnya fase-fase dalam hidup. Fase sekolah sampai
kuliah bisa disebut sebagai fase menanam, fase untuk mepelajari berbagai macam
ilmu pengetahuan, fase unruk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Lalu di masa yang akan datang, ketika musim panen
tiba, kita akan memanen apa yang telah kita tanam sebelumnya.
Seperti itulah
kehidupan, ada fase-fase tertentu yang harus kita isi sesuai porsinya.
Menanam pada musimnya, Berbuah pada musimnya, matang pada musimnya, panen pada musimnya, dan kamu akan mendapatkan yang terbaik.
Menanam pada musimnya, Berbuah pada musimnya, matang pada musimnya, panen pada musimnya, dan kamu akan mendapatkan yang terbaik.
0 komentar:
Posting Komentar