Kemarin sore aku mendapat SMS yang menarik. Benar-benar
menarik. Isinya tentang bagaimana sikap remaja jaman sekarang terhadap pacarnya dibandingkan sikap mereka terhadap
ibunya. Menurutku isinya cukup bagus, namun ada sasuatu hal yang membuatnya
menjadi jelek. Di akhir SMS ditulis untuk mengirimkan SMS itu ke semua nomor
yang ada di kontak. Serta ditulis juga ancaman bagi orang yang tidak ingin
mengirimkannya. Berikut ini SMS lengkapnya:
Yg gk sayang
ibunya gk usah di kirim...!
Anak jaman
sekarang
PADA GAK
NYADAR SEMUA
“Pacarnya
sakit
kwatir
“Ibunya sakit
cuek
“Pacarnya
ultah
dikadoin
“Ibunya ultah
dicuekin
“Pacarnya blm
makan
ditanya
“Ibunya blm
makan
biasa aja
“Pacarnya
marah
Sedih
“Ibunya marah
Bales marah
Butuh pacar
setiap waktu
Giliran ibu
meninggal
Baru
NANGIS....!
Kamu pikir
yang negalhirin
kamu emang
pacar kamu
apa...!
yg nganggap
ini benar
maka kirim
ksemua
kontakmu...
biar semua
pada nyadar
betapa
mulianya IBU
yg gk ngirim
gk peduli sma
ibu
kirim ke 15
Orang dalam
waktu 30 Menit
Yg gak kirim
gak sukses
Hidupnya.AMIN.....!!!
Sangat
disayangkan, SMS yang maksudnya baik jadi rusak
gara-gara ada beberapa hal yang menurutku tak pantas ditulis di dalamnya.
Aku termasuk orang yang gak suka dengan SMS-SMS semacam ini, jadi apapun
ancamannya, aku pasti gak akan kirim SMS seperti itu. Selain itu, dari segi
bahasa, banyak yang harus diperbaiki.
Salah satu contohnya di baris pertama, “Yg gk sayang ibunya gk usah
di kirim...!” mempunyai arti yang ambigu. Maksud dari “Yg gk sayang
ibunya” itu apa? Orang yang akan mengirim SMS kah? Atau orang yang akan
menerima? Atau kedua-duanya?. Jika dilihat dari kata kerja yang digunakan, kalimat
di atas termasuk kalimat pasif – itu pun penulisan kata kerjanya salah - , jadi
bisa disimpulkan maksud si pengirim adalah “kirimkan SMS ini kepada orang
yang sayang ibunya!”. Berarti sebelum kita mengirim SMS, kita harus tau
dulu siapa yang sayang ibunya, siapa yang ngga.
Ada yang lucu juga, seperti kalimat “Pacarnya ultah dikadoin”. Apakah kalau pacarnya berulang tahun pacarnya itu dimasukin ke kotak terus dibungkus pake kertas kado? Entahlah, cuma yang buat SMS dan Tuhan yang tau.
Ada yang lucu juga, seperti kalimat “Pacarnya ultah dikadoin”. Apakah kalau pacarnya berulang tahun pacarnya itu dimasukin ke kotak terus dibungkus pake kertas kado? Entahlah, cuma yang buat SMS dan Tuhan yang tau.
Saranku untuk pembuat
SMS semacam ini, tolong perhatikan penggunaan kata, karena hal ini cukup
penting untuk menyampaikan maksud yang hendak disampaikan. Jika ingin mengajak
orang gunakanlah bahasa yang santun, tidak perlu pakai ancaman. Aku pernah
membaca sebuah kalimat yang cukup bagus dari sebuah novel yang aku baca:
“Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan.”
Jadi, apa
bagusnya sih bikin SMS yang ada ancamannya?
Last, aku mohon
maaf atas tulisan yang menyinggung ini beserta segala kesalahan yang
menyertainya.
Tulisan ini hanyalah opiniku.
Tulisan ini hanyalah opiniku.
Semoga Anda tidak
puas!
0 komentar:
Posting Komentar